5 langkah menjaga anak

“Dulu, orang tua hanya mencemaskan anak bila mereka berada di luar rumah. Sekarang saya cemas ketika anak berada di ruang sebelah. ‘Surfing’ (penelusuran) situs web terdengar tak berbahaya; tetapi kalau kita lihat sebagian dari hal-hal yang terjadi kita akan waspada.” (Nicole, ibu rumah tangga)

Ternyata perkembangan tehnologi begitu canggih dan cepatnya, sehingga tingkat kecemasan orang tua juga semakin tinggi apabila anak mereka terbiasa menggunakan ‘gadget’ yang memiliki fasilitas modem dan terkoneksi dengan dunia maya.

Padahal salah satu sarana hiburan yang paling lazim bagi anak-anak saat ini di berbagai kota besar terutama di ibukota Jakarta,adalah ipad, Galaxy Note, Blackberry dan smartphone lainnya. Bahkan tidak sedikit orang tua lebih tenang jika anaknya bermain dengan gadget tersebut daripada bermain dengan teman-temannya…bahkan seringkali lebih bangga. Padahal lebih banyak kerugian dibandingkan keuntungan anak bermain dengan benda tehnologi canggih ini jika dibandingkan dengan permainan konvensional yang melibatkan anak-anak yang lain.

“Tapi apakah anak saya sama sekali tidak boleh “entertain” diri dalam dunia maya ?”
“ Oh,..tentu tidak se-ekstrim itu”

Berikut ini ada 5 langkah yang harus kita sebagai orang tua lakukan supaya anak kita bisa entertain diri dalam melakukan “surfing” di dunia maya, khususnya dalam liburan panjang ini.

LANGKAH 01 “Pastikan kita tidak ‘gap-tek’ (gagap teknologi) dengan situs web”
Kita tak perlu mengikut setiap langkah tehnologi baru, tetapi kalau kita ingin mengendalikan penggunaan internet anak kita, maka pasti akan berguna kalau kita tahu apa yang terjadi. Adalah penting untuk mengetahui sedikit hal tentang tehnologi dan hal yang bisa dilakukannya.
Oleh karena itu, permulaan yang baik dilakukan dengan duduk bersama anak kita, dan minta mereka untuk menunjukkan cara mereka dalam menggunakan internet. Kita bisa menanyakan hal yang paling mereka sukai, situs kesukaan mereka, dan hal-hal yang tidak mereka sukai, dan apakah mereka telah menemui pengalaman tak menyenangkan di situs web, atau tidak.

LANGKAH 02 “Usahakan anak kita punya wawasan yang benar tentang web”
Seperti yang diketahui oleh anak kita tentang hal yang akan terjadi kalau mereka tidak hati-hati saat menyeberang jalan, atau kalau mereka bertemu dengan orang tak dikenal, cobalah untuk membuat mereka sadar akan kemungkinan bahaya di internet. Jika kita berbagi dengan mereka tentang kecemasan kita, mereka kemungkinan akan lebih berhati-hati.
Kunjungi bersama-sama dengan anak kita situs http://www.chatdanger.com, karena dalam situs ini berisi kisah nyata bahaya yang dapat terjadi baik melalui sms, chat, email, messenger atu game on line.

LANGKAH 03 “Kendalikan dan Lakukan pemantauan”
Pertama kita dapat menempatkan komputer yang terhubung dengan internet berada di tempat yang mudah terlihat tentang apa yang tampil dalam layar monitor. Sedangkan untuk penggunaan smartphone atau ipad yang selalu online dengan internet hanya tepat diberikan kepada anak yang telah berusia remaja ( >12 tahun), itupun sebaiknya membatasi paket internet yang digunakan (bukan yang unlimited).
Kedua, arahkan anak-anak kita pada situs-situs yang edukatif, menghibur dan cocok untuk anak seusia mereka.
Ketiga, memasang perangkat lunak penyaring pesan-pesan sampah yang dapat menolak email atau link yang tak pantas, anti virus dan pelindung firewall.

LANGKAH 04 “Beri Tanggung Jawab”
Apapun yang kita lakukan, penggunaan internet oleh anak kita akan selalu sulit untuk dikendalikan sepenuhnya. Bahkan kalau kita tetap berhasil mengendalikan penggunaan internet di rumah, kita tidak mungkin dapat mengontrol bagaimana mereka menggunakannya di tempat lain. Oleh karena itu, anak kita perlu diberi tanggung jawab.
Cara yang terbaik untuk melakukan hal ini dengan duduk bersama dan sepakati peraturan yang disusun sendiri mengenai aturan-aturan pemakaian internet, mulai dari jumlah waktu yang dihabiskan dan jenis situs yang diperbolehkan.

LANGKAH 05 “Tetap berkomunikasi dari hati ke hati”
Hati nurani adalah alat sensor terbaik yang diberikan Allah kepada setiap manusia untuk menghindarkan dirinya dari hal-hal yang akan membahayakan dirinya. Saat seseorang mengalami Kelahiran Baru maka kemampuan hati nurani menjadi kuat, karena ada Roh Allah yang hidup di dalamnya. Hati Nurani seseorang yang telah Lahir Baru akan bersuara lebih kuat untuk memperingatkan dirinya, jika ada bujukan atau godaan yang berusaha membuat dirinya melakukan hal yang berdosa.
Memastikan anak kita sudah menerima Yesus sebagai Tuhan (Lahir Baru) adalah tugas utama kita sebagai orang tua.
Jadi saat kita tetap membangun komunikasi rutin dengan mereka tentang penggunaan internet yang dilakukan, maka jika ada hal yang tidak benar dilakukan oleh mereka; hati mereka akan berbicara kuat untuk terbuka memberikan pengakuan kepada kita. Ingat, saat anak kita secara terbuka menceritakan pelanggaran yang dilakukannya, janganlah dihakimi, tapi puji ketulusannya ajak dia mengambil komitmen dan doakanlah.

(hy, dicuplik dari buku “The Media Diet for Kids” Teresa Orange & Louise O’Flynn, Serambi 2007)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s